Monday, August 31, 2009

Pemeliharaan kemurnian Alqur'an di masa Nabi s.a.w

Memelihara Al-Qur'an di masa Nabi s.a.w.
Pada permulaan islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf;amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca.Mereka belum mengenal kertas,sebagai kertas yang di kenal sekarang.perkataan "alwaraq"(daun) yang lazim pula di pakaikan dengan arti "kertas"di masa itu ,hanyalah di pakaikan pada daun kayu saja.

Adapun kata "alqirthas" yang daripadanya terambil kata-kata Indonesia "kertas" di pakaikan oleh mereka hanyalah kepada benda-benda (bahan-bahan) yang mereka pergunakan,yaitu: kulit binatang,batu yang tipis dan licin pelapah tamar(kurma),tulang binatang dan lain-lain sebagainya.
Setelah mereka menaklukkan negeri Persia ,yaitu sesudah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w, barulah mereka mengetahui kertas.Orang Persia menamai kertas itu"kaqhid", itu pun di pakai pula oleh bangsa Arab semenjak itu.
Adapun sebelum masa nabi ataupun di masa Nabi,kata-kata "al kaqhid" itu tidak ada dalam pemakaian bahasa Arab,maupun dalam hadist-hadist Nabi.Kemudian kata-kata "al qirthas" itu pun di pakai pula oleh bangsa Arab kepada apa yang di namakan "kaqhid" dalam bahasa Persia itu.

Kitab atau buku tentang apapun,juga belum ada pada mereka.Kata-kata "kitab" di masa itu hanyalah berarti: sepotong kulit,batu,atau tulang dan sebagainya yang telah bertulis,atau berarti surat,seperti kata "kitab" dalam ayat surat (27) An Naml.
.....اذْهَب بِّكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ
"Pergilah dengan surat saya,maka jatuhkanlah dia kepada mereka...."...
Begitu juga "kutub"(jama' kitab) yang di kirimkan oleh nabi kepada raja-raja di masanya,untuk menyeru mereka kepada Islam.

Karena mereka belum mengenal kitab atau buku sebagai yang di kenal sekarang,sebab itu di waktu Al-Qur'anul Karim itu di bukukan di masa Khalifah Utsman bin Affan-sebagai akan di terangkan nanti-,mereka tidak tahu dengan apa Al-Qur'an yang telah di bukukan itu akan di namai.Bermacam-macamlah pendapat sahabat tentang nama yang harus di berikan.Akhirnya mereka sepakat menamainya dengan "Al Mushhaf" (Ism maf'ul dari ashafa artinya mengumpulkan (shuhuf),jamak dari shahifah,lembaran-lembaran yang telah tertulis).

Kendatipun keadaan bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf,tetapi mereka mempunyai ingatan yang amat kuat.Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan sya'ir-sya'ir dari pujangga-pujangga  dan penyair-penyair mereka, ansab (sinsilah keturunan) mereka,peperangan-peperangan  yang terjadi di antara mereka,peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dan kehidupan mereka tiap hari dan lain sebagainya,adalah sebagai hafalan semata-mata.

Demikian keadaan bangsa Arab di waktu kedatangan agama Islam itu.Maka di jalankan oleh Nabi suatu cara yang 'amali (praktis) yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan Alqur'anul Karim dan memeliharanya.
Tiap-tiap di turunkan ayat-ayat itu nabi menyuruh menghafalnya,dan menuliskannya ,di batu,kulit binatang,pelapah tamar (pelapah kurma) dan apa saja yang bisa di susun dalam suatu surat.Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu.Nabi mengadakan peraturan yaitu Al-Qur'an saja yang boleh di tuliskan,selain dari Al-Qur'an hadist atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi,di larang menuliskannya.Larangan itu dengan maksud supaya Al-Qur'anul Karim itu terpelihara,tidak tercampur aduk dengan yang lain-lain yang juga di dengan dari Nabi.

Nabi menganjurkan supaya Al-Qur'an itu di hafal,selalu di baca,dan di wajibkannya membacanya dalam sembahyang.
Dengan jalan demikian banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an.Surat yang satu macam,di hafal oleh ribuan manusia,dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an.Dalam pada itu tidak ada satu ayatpun yang tak di tuliskan.
Kepandaian menulis dan membaca itu amat di hargai dan di gembirakan oleh Nabi.beliau berkata:
"di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan di timbang dengan darah shuhada' (orang-orang yang mati syahid)".

Pada peperangan badar,orang -orang musyrikin yang di tawan oleh Nabi,yang tidak mampu menebus dirinya dengan uang,tetapi pandai menulis baca,masing-masingnya di haruskan mengajar sepuluh orang muslim menulis dan membaca sebagai ganti tebusan.
Di dalam Al-Qur'an pun banyak ayat-ayat yang mengutarakan penghargaan yang tinggi terhadap huruf,pena dan tulisan.Firman Allah:  ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan.(Surat (68)Al Qalam ayat 1).

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

"Bacalah,dan Tuhanmu amat mulia.Yang telah mengajar dengan pena.Dia telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahui".
Surat (96) Al'Alaq ayat 3,4,5)

Karen itu bertambahlah keinginan mereka untuk belajar menulis dan membaca,dan bertambah banyaklah orang yang menuliskan ayat-ayat yang telah di turunkan.Nabi sendiri mempunyai beberapa penulis yang bertugas menuliskan Al-Qur'an untuk beliau.Penulis-penulis beliau yang terkenal ialah Ali bin Abi Tholib,Utsman bin Affan,Ubay bin Ka'ab,Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah.Yang terbanyak menuliskan ialah Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah.

Dengan demikian terdapatlah di masa Nabi tiga unsur yang tolong-menolong memelihara Al-Qur'an yang telah di turunkan itu.
1.Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an.
2.Naskah-naskah yang di tulis untuk Nabi.
3.Naskah-naskah yang di tulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing-masing.

Dalam pada itu oleh Jibril di adakan ulangan (repetisi) sekali setahun.Di waktu ulangan itu Nabi di suruh mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah di turunkan.Di tahun dia wafat ulangan itu di adakan oleh Jibril dua kali.
Nabi sendiri sering pula mengadakan ulangan itu terhadap sahabat-sahabatnya,maka sahabat-sahabat itu di suruh beliau membacakan Alqur'an itu di mukanya,untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka.
Ketika Nabi wafat Al-Qur'an itu telah sempurna di turunkan dan telah di hafal oleh ribuan manusia,dan telah di tuliskan semua ayat-ayatnya.

Mereka telah mendengar Al-Qur'an itu dari mulut Nabi,berkali-kali,dalam sembahyang,dalam pidato-pidato beliau,dalam pelajaran-pelajaran dan lain-lain,sebagaimana Nabi sendiripun telah mendengar pula dari mereka.Pendeknya Al-Qur'anul Karim adalah di jaga dan terpelihara baik-baik,dan Nabi telah menjalani suatu cara yang amat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Qur'an itu,sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu.
Satu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat sebagai di sebutkan di atas ialah di kala Al-Qur'an itu telah cukup di turunkan,dan Al-Qur'an itu sempurna di turunkan ialah di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa.Hal ini bukanlah suatu kebetulan saja,tetapi telah di atur oleh yang Maha Esa.

By Khadim al Haramain asy Syarifin Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Sa'ud.

Friday, August 21, 2009

Ramadhan

Puasa di wajibkan Allah s.w.t. Alqur'an ayat 183 surat (2) Al Baqarah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa"

Puasa adalah alat untuk mensucikan jiwa manusia, agar dapat menghindarkan diri dari perbuatan jahat.Puasa tidak hanya menjauhkan diri dari makanan dan minuman,tetapi juga menjauhkan diri dari segala macam perbuatan yang tidak baik.
Puasa selain untuk melatih diri menghadapi lapar dan dahaga ,mengekang hawa nafsu,juga untuk dapat merasakan bagaimana lapar dan dahaga,sehingga dapat menimbukan belas kasihan pada yang miskin, dan dengan mudah melakukan kewajiban yang lain seperti zakat dan zakat-fitrah pada yang miskin.

Puasa yang di lakukan dalam bulan Ramadhan selama 30 hari atau 29 hari ,juga baik untuk kesehatan manusia.Orang-orang yang merasa berat untuk melakukan puasa, seperti orang-orang yang sudah lanjut usianya dapat di bebaskan dari kewajiban itu dengan membayar fidyah pada fakir miskin.Lebih jelas sejarahnya lihat di Wikipedia.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Monday, July 20, 2009

Peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w

Di saat-saat menghadapi ujian yang maha berat
dan tingkat perjuangan sudah pada puncaknya ini, gangguan dan hinaan, aniaya serta siksaan yang di alami beliau dengan pengikut-pengikut beliau semakin hebat.Maka nabi Muhammad s.a.w di perintahkan oleh Allah s.w.t menjalani Isra' Mi'raj dari Mekah ke baitul maqdis di Palestina,terus naik kelangit ke tujuh dan Sidratul muntaha.Di situlah beliau menerima perintah langsung dari Allah tentang shalat lima waktu.

Hikmah Allah memerintahkan Isra' dan Mi'raj kepada nabi dalam perjalanan satu malam itu, adalah untuk lebih menambah kekuatan iman dan keyakinan beliau sebagai rasul,yang di utus Allah ketengah-tengah umat manusia,untuk membawa risalahnya.Dengan demikian akan bertambahlah kekuatan batin sewaktu menerima cobaan dan musibah serta siksaan yang bagaimanapun juga besarnya,dalam memperjuangkan cita-cita luhur, mengajak seluruh umat manusia kepada agama Islam.

Peristiwa Isra' Mi'raj ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun 11 sesudah beliau di angkat menjadi Rasul.Kejadian Isra' Mi'raj ini, di samping memberikan kekuatan batin kepada nabi Muhammad s.a.w dalam perjuangan menegakkan agama Allah,juga menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri, apakah mereka beriman dan percaya kepada kejadian yang menta'jubkan dan di luar akal manusia itu,yaitu perjalanan beratus-ratus mil serta menembus tujuh lapis langit dan hanya di tempuh dalam satu malam saja.

Bagi kaum Quraisy peristiwa Isra' Mi'raj ini, mereka jadikan senjata untuk menuduh Nabi sebagai seorang tidak beres otaknya, dan mereka jadikan bahan bermacam-macam hinaan dan olok-olokan yang sangat keji.
Ilmu pengetahuan dewasa ini di tantang dengan membuka tabir rohani pengetahuan yang di berikan Allah kepada Nabi melalui peristiwa Isra' dan Mi'raj.Penemuan ilmu membenarkan teori telepati transmisi masa depan radio, telephotography (facsimile) Internet dan lain-lain yang semula di anggap pekerjaan lamunan atau hayal belaka.

Selamat merayakan hari Isra' Mi'raj kepada semua muslimin dan muslimat sedunia.

Saturday, May 9, 2009

Mekkah Geografis

Di kisahkan Mekkah pada zaman dahulu terletak di garis lalu lintas perdagangan antara Yaman (Arabia selatan) dan Syam Lautan tengah.Kedua negara ini zaman dulu telah telah mencapai beradapan yang tinggi dan di hubungkan oleh beberapa negeri-negeri kecil antara lain Mekkah.Di pandang dari segi geografis,kota Mekkah hampir terletak di di tengah-tengah jazirah Arabia.Oleh karena-kabilah-kabilah Arab dari segala penjuru tidaklah

terlalu sulit mencapai mekkah.Seperti hal juga penduduk kota mekkah tidaklah amat sukar bagi mereka bepergian ke negeri-negeri tetangganya seperti ke syam,Hirah dan Yaman.Tidaklah mengherankan bilamana semangat dagang berkembang di kalangan penduduk Mekkah.

dalam kota Mekkah itu terdapat rumah suci yang di katakan sebagai Baitullah (rumah Allah) atau ka'bah.Yang sekarang sudah dibangun lagi oleh almarhum Raja Fahad menjadi besar.Bangsa Arab umumnya memuliakan tempat suci ini.Menurut sejarah awal pembangunan Ka'bah di lakukan oleh Nabi Ibrahim a.s bersama putranya Ismail a.s.Kemudian Ismail a.s, menikah dengan penduduk mekkah dari suku Jurhum yang berasal dari yaman dan terus menetap di kota itu-


turun temurun.Keturunan Nabi Ismail ini di sebut banu Ismail atau Adnaniyah.
Pada waktu bendungan besar di ma'rip Arabia selatan pecah dan menimbulkan malapetaka yang besar pada penduduknya, maka kabilah-kabilah meninggalkan daerahnya menuju ke arah utara.Di antara mereka satu rombongan yang di pimpin oleh harits bin Amir yang bergelar khuza'ah berpindah menuju Mekkah; mereka berhasil mengalahkan penduduk mekkah (suku Jurhum) dan seterusnya menjadi penguasa atas negeri itu turun temurun.

PS: sejarah diatas ini tidak ubahnya seperti sejarah Indonesia zaman dahulu yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil.Yang mana kerajaan-kerajaan itu saling menaklukkan antara satu dengan yang lain.